JAKARTA, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) berkolaborasi dengan ADAKSI DPC Polimedia sukses menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Program Grant Riset BPDP 2026” pada Senin (15/6). Acara yang digelar secara daring ini bertujuan untuk membekali para dosen dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif dan terarah demi mendongkrak capaian hibah riset tingkat nasional.
Webinar ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten, yaitu Bpk. Rahmat Widiana – Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset dan Bpk. Prof. Agus Haryono, Komite Penelitian dan Pengembangan (Litbang) BPDP. Kedua narasumber memaparkan secara komprehensif mengenai kebijakan, mekanisme baru, serta arah strategis pendanaan riset untuk tahun anggaran 2026.


Fokus Bidang Prioritas Grant Riset BPDP 2026
Dalam pemaparannya, Bpk. Rahmat Widiana menjelaskan bahwa Grant Riset BPDP tahun ini diarahkan pada pengembangan industri perkebunan untuk 3 komoditas utama, yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao yang berkelanjutan (sustainable) dari hulu hingga hilir. Terdapat beberapa bidang prioritas yang dibuka, dan beberapa di antaranya sangat relevan bagi multiproduk serta keahlian dosen Polimedia:
-
Material Maju dan Biomaterial: Pengembangan produk turunan non-pangan, seperti bioplastik, kemasan ramah lingkungan (green packaging), dan selulosa untuk industri kertas/media, yang menjadi peluang besar bagi peneliti di bidang teknologi kemasan dan desain Polimedia.
-
Sosio-Ekonomi, Manajemen, dan Kebijakan: Studi mengenai rantai pasok (supply chain), strategi pemasaran produk turunan, kampanye positif kelapa sawit, kelapa, dan kakao berkelanjutan, serta pemberdayaan petani. Sektor ini membuka ruang luas bagi dosen bidang bisnis kreatif, periklanan, dan sosial humaniora.
-
Pangan dan Kesehatan: Diversifikasi produk pangan berbasis minyak sawit, kelapa, dan kakao yang sehat dan bernilai tambah tinggi.
-
Bioenergi: Inovasi teknologi konversi menjadi biodiesel, bioavtur, dan energi terbarukan lainnya.
-
Lingkungan dan Budidaya: Penelitian terkait pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta peningkatan produktivitas lahan.
Kriteria Mutlak dan Kiat Sukses Lolos Pendanaan
Prof. Agus Haryono membagikan kiat taktis agar proposal para peneliti dapat lolos dari seleksi ketat Komite Litbang. Beliau menekankan pentingnya aspek Hilirisasi dan Kesiapterapan Teknologi (TKT/TRL).
“BPDP tidak lagi mencari riset yang hanya berakhir di laporan meja atau publikasi jurnal di atas kertas saja. Fokus utama kami pada tahun 2026 adalah riset dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) minimal skala 4 atau 5, memiliki peta jalan (roadmap) komersialisasi yang konkret, serta berdampak nyata bagi ekonomi nasional,” tegas Prof. Agus.
Beberapa poin penting yang wajib diperhatikan oleh pengusul meliputi:
-
Formulasi Masalah yang Tajam: Proposal harus berangkat dari masalah nyata (real-world problem) yang dihadapi oleh industri atau petani.
-
Kepatuhan Administratif: Ketepatan dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan pemenuhan dokumen legalitas menjadi penyaring utama di tahap awal.
Komitmen Keberlanjutan P3M Polimedia
Pihak manajemen P3M Polimedia menegaskan bahwa webinar ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan bagian dari program coaching clinic intensif. Setelah kegiatan ini, P3M bersama ADAKSI akan memfasilitasi sesi penelaahan sejawat (peer-review) internal untuk draf proposal yang telah disusun oleh para dosen sebelum resmi diunggah ke sistem BPDP.
Melalui pembekalan materi yang sangat teknis dan strategis ini, diharapkan civitas akademika Polimedia dapat mengambil peran aktif dalam menghasilkan inovasi-inovasi kreatif yang mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi sirkular Indonesia melalui skema Grant Riset BPDP 2026.
#WebinarRiset #GrantRisetBPDP2026 #P3MPolimedia #ADAKSI #Polimedia #RisetVokasi #HilirisasiRiset